Melangkah ke Masa Depan: Yamaha Memperkenalkan E01, Sepeda Motor Listrik Terbaru





 



Sepeda listrik Yamaha E01 belakangan ini menjadi sorotan saat pabrikan memperkenalkannya ke Indonesia. Namun jangan tanya harganya karena produk ini masih dalam tahap uji coba pasar. Artinya, motor ini belum dijual di Indonesia, setidaknya hingga ulasan ini ditulis, Oktober 2022. Namun nomor E01 lebih menarik untuk dibahas lebih lanjut. Jika dilihat, motor listrik ini terlihat seperti "NMax elektrik".

Hal ini didasari oleh struktur bodi kedua produk yang terlihat memiliki spesifikasi serupa. Contohnya bisa dilihat pada desain setang, visor bahkan joknya. Desain jok NMax yang memungkinkan kaki pengendara bisa meregang juga terlihat pada E01. Meski tergolong NMax, E01 punya ciri khas tersendiri. Hal ini sering terlihat pada desain belakang. Desain spatbor yang digunakan berbeda dengan karya dan menempel pada lengan ayun.

Kemudian sepeda motor ini memiliki peredam kejut ganda untuk posisi roda belakang ditarik ke depan dibandingkan sepeda motor pada umumnya. Selain itu, E01 juga dinilai sebagai sepeda motor listrik yang sensasi berkendaranya mirip dengan sepeda motor klasik.
Itu sebabnya Yamaha memilih sistem terkenal untuk mendistribusikan tenaga motor ini. Yaitu dengan menempatkan listrik pada keadaan umum dengan mesin kalor.
Tidak langsung pada roda belakang seperti yang banyak diadopsi oleh sepeda motor listrik yang sudah beredar di Indonesia. Kisah sepeda motor listrik Yamaha E01 berawal dari sebuah ide
Debut sepeda motor listrik E01 mungkin tertunda tiga tahun. Yamaha meluncurkan konsepnya yang diberi nama E01 Concept di Tokyo Motor Show 2019. Dalam laman resminya, Yamaha menjelaskan bahwa sepeda motor listrik tersebut tersedia dalam model perkotaan.
Meski menggunakan tenaga listrik, namun tenaganya akan sebanding dengan sepeda motor konvensional yang menggunakan mesin 125 cc. Saat itu, Yamaha menggambarkan produknya sebagai pembawa cepat dengan tenaga jarak jauh.
foto: babbyr6vlog IIMS2023




Tentu saja kenyamanan juga menjadi perhatian dalam desain. Dengan cara ini, pengemudi dapat lebih menikmati perjalanannya.
Jika melihat desain motor ini saat masih berupa konsep, tidak banyak perubahan yang dilakukan pada versi produksi saat ini. Siluetnya hampir seratus persen.
Satu-satunya perubahan mempengaruhi desain sayap depan, yang masuk akal tanpa penutup suspensi. Selain itu, desain joknya juga dibuat lebih fungsional.
Pada versi konsep pertama, bagian depan motor ini dilengkapi sepasang air intake di belakang fairing. Namun, bagian ini telah menjadi api utama.
Sedangkan bagi pembeli yang penasaran dengan bagian depan berbentuk heksagonal yang agak meruncing, merupakan penutup port pengisian daya. Fitur sepeda motor listrik Yamaha E01
Yamaha tak ragu mengembangkan sepeda motor listrik E01. Rangkanya dibuat khusus untuk model ini, bukan dari model dengan mesin bekas. Rangkanya sendiri mengadopsi desain double layer dan swingarm aluminium die cast Yamaha Controlled Filling (CF).
Pabrikan telah membekalinya dengan ABS saluran ganda, suspensi belakang, sistem kontrol traksi, dan sistem penggerak semua roda yang digerakkan oleh kabel. Seperti kendaraan listrik kebanyakan, sepeda motor listrik E01 juga memiliki apa yang disebut pengereman regeneratif. Fitur ini akan memberikan pengalaman deselerasi yang mulus saat tuas throttle ditutup. Lalu jika dilihat dari namanya, berarti fitur ini juga berfungsi untuk mengubah tenaga dari pengereman belakang menjadi tenaga listrik yang bisa digunakan nantinya.
Tak unik, E01 juga punya fungsi terbalik. Sementara itu, speedometer digital, smart key, dan Y-Connect juga menjadi fitur pada produk ini.
Apa yang harus dilakukan dengan Yamaha E01? Di atas kertas, sepeda motor listrik E01 mampu menempuh jarak hingga 104 km. Angka tersebut didapat dari pengujian Yamaha terhadap model yang dijual di Jepang. Dalam pengujian ini, jarak 104 km dapat dicapai dengan tetap mempertahankan kecepatan berkendara konstan 60 km/jam.
Untuk memudahkan penggunaannya, sepeda motor listrik E01 juga memiliki tiga mode berkendara yakni Eco, Standard dan Power. Setiap jenis penggerak mempunyai batasan terhadap tenaga dan torsi yang disalurkan ke roda.
Jika dirangkum dari sejumlah pengujian, mode Eco mampu menghasilkan tenaga 5,4 kW dan 21,4 Nm, mode Standar 8,1 kW dan 24,5 Nm serta daya 8,1 kW dan 30,2 Nm.
Jika memilih mode Eco, berarti kecepatan sepeda motor listrik akan dibatasi maksimal 60 km/jam. Di luar situasi ini, kecepatan maksimum yang bisa dicapainya adalah sekitar 100 km/jam.